Rabu, 19 Desember 2012
Senin, 05 November 2012
Auditing
Pengertian Auditing menurut
(Arens dan Loebbecke, 2003), auditing sebagai:
“Suatu
proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat
diukur mengenai suatu entitas ekonomi yang dilakukan seorang yang kompeten dan
independen untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dengan
kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Auditing seharusnya
dilakukan oleh seorang yang independen dan kompeten.”
Pengertian Auditing Menurut
(Mulyadi , 2002), auditing merupakan:
“Suatu
proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif
mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi dengan
tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan
tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian
hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.”
Menurut (Mulyadi, 2002),
berdasarkan beberapa pengertian auditing di atas maka audit mengandung unsur-unsur:
§ suatu proses sistematis,
artinya audit merupakan
suatu langkah atau prosedur yang logis, berkerangka dan terorganisasi. Auditing
dilakukan dengan suatu urutan langkah yang direncanakan, terorganisasi dan
bertujuan.
§ untuk memperoleh dan mengevaluasi
bukti secara objektif, artinya proses sistematik ditujukan untuk memperoleh
bukti yang mendasari pernyataan yang dibuat oleh individu atau badan usaha
serta untuk mengevaluasi tanpa memihak atau berprasangka terhadap bukti-bukti
tersebut.
§ pernyataan mengenai kegiatan dan
kejadian ekonomi, artinya pernyataan mengenai kegiatan dan kejadian ekonomi
merupakan hasil proses akuntansi.
§ menetapkan tingkat kesesuaian,
artinya pengumpulan bukti mengenai pernyataan dan evaluasi terhadap hasil
pengumpulan bukti tersebut dimaksudkan untuk menetapkan kesesuaian pernyataan
tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan. Tingkat kesesuaian antara
pernyataan dengan kriteria tersebut kemungkinan dapat dikuantifikasikan,
kemungkinan pula bersifat kualitatif.
§ kriteria yang telah ditetapkan,
artinya kriteria atau standar yang dipakai sebagai dasar untuk menilai
pernyataan (berupa hasil akuntansi)
dapat berupa:
§ peraturan yang ditetapkan oleh
suatu badan legislatif
§ anggaran atau ukuran prestasi
yang ditetapkan oleh manajemen
§ prinsip akuntansi berterima umum
(PABU) diindonesia
§ Penyampaian hasil (atestasi),
dimana penyampaian hasil dilakukan secara tertulis dalam bentuk laporan audit (audit report)
§ pemakai yang berkepentingan,
pemakai yang berkepentingan terhadap laporan audit adalah para pemakai
informasi keuangan, misalnya pemegang saham, manajemen,
kreditur, calon investor, organisasi buruh dan kantor pelayanan pajak
Audit
dibagi menjadi tiga golongan, yaitu :
§ Audit laporan
keuangan ( financial statement audit ). Audit laporan keuangan adalah audit yang dilakukan
oleh auditor eksternal terhadap laporan keuangan kliennya untuk memberikan
pendapat apakah laporan keuangan tersebut disajikan sesuai dengan
kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Hasil audit lalu dibagikan kepada
pihak luar perusahaan seperti kreditor, pemegang saham,
dan kantor pelayanan pajak.
§ Audit kepatuhan
(compliance audit ). Audit ini bertujuan
untuk menentukan apakah yang diperiksa sesuai dengan kondisi, peratuan, dan
undang-undang tertentu . Kriteria- kriteria yang ditetapkan dalam audit
kepatuhan berasal dari sumber-sumber yang berbeda. Contohnya ia mungkin
bersumber dari manajemen dalam bentuk prosedur-prosedur pengendalian internal.
Audit kepatuhan biasanya disebut fungsi audit internal, karena oleh pegawai
perusahaan.
§ Audit operasional (operational
audit ). Audit operasional
merupakan penelahaan secara sistematik aktivitas operasi organisasi dalam
hubungannya dengan tujuan tertentu. Dalam audit operasional, auditor diharapkan
melakukan pengamatan yang obyektif dan analisis yang komprehensif terhadap
operasional-operasional tertentu.
Rabu, 31 Oktober 2012
Kerangka Karangan
Topik : Tempe Bongkrek Adalah Makanan yang Berbahaya
I. Pengertian Tempe Bongkrek
1.1. Sejarah Tempe Bongkrek
1.2. Kenapa harus mengkonsumsi Tempe Bongkrek ?
1.3. Perbedaan Tempe Bongkrek dengan Tempe yang
lain
II. Kandungan yang terdapat didalam Tempe
Bongkrek
2.1. Bahan-bahan yang dipakai dalam pembuatan Tempe
Bongkrek
2.2. Bakteri-bakteri yang terkandung di dalam Tempe
Bongkrek
III. Bahaya Tempe Bongkrek
3.1 Dampak bagi kesehatan
3.2 Dampak bagi lingkungan
IV. Kesimpulan dan Saran
Rabu, 17 Oktober 2012
PENDAPATAN NASIONAL
A. PENGERTIAN PENDAPATAN NASIONAL
Pendapatan nasional adalah merupakan jumlah seluruh
pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu
tahun. Salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di
suatu negara dalam suatu periode tertentu adalah data Produk Domestik Bruto
(PDB), baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. PDB pada
dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha
dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir
yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. PDB atas dasar harga berlaku
menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang
berlaku pada setiap tahun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan menunjukkan
nilai tambah barang dan jasa tersebut yang dihitung menggunakan harga yang
berlaku pada satu tahun tertentu sebagai dasar
B. KONSEP PENDAPATAN NASIONAL
·
PDB/GDP
(Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa
barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah
suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil
produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi
diwilayah yang bersangkutan
·
PNB/GNP
(Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang
dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun,
termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara
tersebut yang berada di luar negeri.
Rumus GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
·
NNP
(Net National Product)
NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh
masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi)
dan barang pengganti modal.
Rumus : NNP = GNP – Penyusutan
·
NNI
(Net National Income)
NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima
oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
Rumus :NNI = NNP – Pajak tidak langsung
·
PI
(Personal Income)
PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima
masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh
laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan
ditambah dengan transfer payment.
Rumus : PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran
asuransi + Iuran jaminan
social + Pajak perseorangan )
·
DI
(Disposible Income)
DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang
sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.
Rumus :DI = PI – Pajak langsung
C. METODE PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
Tujuan dan manfaat perhitungan pendapatan
nasional
Tujuan mempelajari pendapatan nasional :
·
Untuk
mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara
· Untuk
memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan
masyarakat dalam satu tahun
·
Untuk
membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.
Manfaat mempelajari pendapatan nasional:
·
Mengetahui
tentang struktur perekonomian suatu Negara
· Dapat
membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar
propinsi
·
Dapat
membandingkan keadaan perekonomian antar Negara
·
Dapat
membantu merumuskan kebijakan pemerintah.
Perhitungan Pendapatan Nasional
1. Metode Produksi
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh
nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat
dalam periode tertentu
Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……]
2. Metode Pendapatan
Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari
seluruh penerimaan(rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh
pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode.
Y = r + w + i + p
3. Metode Pengeluaran
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh
pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT
Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.
Y = C + I + G + (X – M)
Proses Akuntansi
Akutansi memiliki proses yang
terdiri dari tahapan-tahapan untuk dapat menghasilkan laporan yang diinginkan
dan dilakukan oleh akuntan.
1. Proses
Mengklarifikasi Transaksi
Tahap yang awal ini adalah di mana dilakukan suatu
pembagian transaksi suatu organisasi atau perusahaan ke dalam jenis-jenis
tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya.
2. Proses Mencatat
Dan Merangkum
Setelah melakukan pengklarifikasian data
selanjutnya adalah melakukan pencatatan. Masukkan transaksi yang ada ke dalam
jurnal yang tepat sesuai urutan transaksi terjadi atau kejadiannya.
sumber-sumber yang dapat dijadikan bukti adanya transaksi yaitu seperti
kertas-kertas bisnis semacam bon, bill, nota, struk, sertifikat, dan lain
sebagainya.
3.
Proses Menginterpretasikan Dan Melaporkan
Setelah kedua proses di atas dijalankan, maka proses yang
terakhir adalah melakukan pembuatan kesimpulan dari kegiatan atau pekerjaan
laporan keuangan sebelumnya. Segala hal yang berhubungan dengan keuangan
perusahaan diungkapkan pada laporan keuangan tersebut.
Dari informasi laporan keuangan baik dalam bentuk laporan
rugi laba, laporan modal dan neraca seseorang dapat mengetahui apa yang terjadi
pada suatu perusahaan, apakah sudah sesuai dengan tujuan perusahaan dan
informasi tersebut dapat menjadi acuan atau pedoman bagi manajemen untuk
mengambil keputusan kebijakan pada organisasi perusahaan demi mencapai kondisi
yang diinginkan.
Laporan Keuangan
Laporan Keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan Keuangan ada bagian dari proses pelaporan akuntansi.
Tujuan dari disusunnya laporan
keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan,
kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi
pengambilan keputusan pemakaiannya.
Laporan keuangan perusahaan terdiri dari :
Laporan Laba Rugi
yaitu
laporan mengenai pendapatan, beban, dan laba atau rugi suatu perusahaan dalam
suatu periode
tertentu.
Laporan Perubahan Modal
yaitu laporan yang menyajikan perubahan modal
karena penambahan dan pengurangan dari laba/rugi
dan transaksi pemilik.
Neraca
yaitu laporan
yang menggambarkan posisi keuangan dari suatu perusahaan yang meliputi aktia,
kewajiban dan ekuitas pada suatu saat tertentu.
Laporan Arus Kas
yaitu laporan yang menggambarkan penerimaan dan
pengeluaran kas selama satu periode tertentu.
Laporan Arus Kas akan dibahas dalam bab tersendiri.
Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah. Kebijakan Fiskal berbeda dengan kebijaka moneter, yg bertujuan menstabilkan perekonomian dengan cara mengontrol tingkat bunga dan jumlah uang yang beredar.Instrumen utama kebijakan fiskal adalah pengeluaran dan pajak.
Tujuan
Kebijakan Fiskal/Anggaran
Secara rinci, kebijakan anggaran
dilakukan pemerintah dengan tujuan sebagai berikut:
a. untuk menciptakan stabilitas
ekonomi;
b. untuk menciptakan lapangan kerja;
c. untuk menciptakan pertumbuhan
ekonomi tinggi;
d. untuk menciptakan keadilan dalam
mendistribusikan pendapatan.
Jenis-Jenis
Kebijakan Fiskal/Anggaran
Jika ditinjau dari sisi teori, ada
tiga macam kebijakan anggaran yaitu:
a. Kebijakan anggaran pembiayaan fungsional (functional finance)
kebijakan yang mengatur pengeluaran pemerintah
dengan melihat berbagai akibat tidak langsung terhadap
pendapatan nasional dan bertujuan untuk
meningkatkan kesempatan kerja.
b. Kebijakan pengelolaan anggaran (the
finance budget approach)
kebijakan
untuk mengatur pengeluaran pemerintah, perpajakan, dan pinjaman untuk mencapai
ekonomi
yang mantap.
c. Kebijakan stabilisasi anggaran otomatis (the stabilizing budget)
kebijakan
yang mengatur pengeluaran pemerintah dengan melihat besarnya biaya dan manfaat
dari
berbagai program. Tujuan
kebijakan ini adalah agar terjadi penghematan dalam pengeluaran pemerintah.
Jika dilihat dari perbandingan
jumlah penerimaan dengan jumlah pengeluaran, kebijakan fiskal/anggaran dapat
dibedakan menjadi empat jenis.
a. Kebijakan Anggaran Seimbang
Kebijakan
anggaran seimbang, adalah kebijakan anggaran yang menyusun pengeluaran sama
besar dengan
penerimaan
b. Kebijakan Anggaran Defisit
Kebijakan
anggaran defisit yaitu kebijakan anggaran dengan cara menyusun pengeluaran
lebih besar
daripada penerimaan.
c. Kebijakan Anggaran Surplus
Kebijakan
anggaran surplus, yaitu kebijakan anggaran dengan cara menyusun pengeluaran
lebih kecil dari
penerimaan.
d. Kebijakan Anggaran Dinamis
Kebijakan
anggaran dinamis, yaitu kebijakan anggaran dengan cara terus menambah jumlah
penerimaan
dap engeluaran
sehingga semakin lama semakin besar (tidak statis).
Langganan:
Postingan (Atom)